Irfan al-wan
Jumat, 02 Januari 2015
Jumat, 26 September 2014
Keajaiban Do'a_irfan.com
"KEUTAMAAN DO'A "
Yuk Biasakan saling mendo'akan..
RASULULLAH SHALLAHUALAIHI WASALAM BERSABDA :
" Sesungguhnya do'a itu bermanfaat baik terhadap apa yang terjadi maupun belum terjadi, maka hendaklah kalian berdo'a "
Kata doa atau prārthanā (dalam bahasa Sansekerta) berasal dari dua kata ‘prā dan ‘artha’ yang artinya memohon dengan sungguh-sungguh. Dengan kata lain, meminta sesuatu hal kepada ALLAH SWT dengan kerinduan yang intensif
Keutamaan Doa, Adab dan Sebab Dikabulkan
الحمد لله والصلاة والسلام على من لانبي بعده اما بعد:
Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman,
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Terj. Al Mu'min: 60)
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Terj. Al Baqarah: 186)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ» ، وَقَرَأَ: {وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ} [غافر: 60]- إِلَى قَوْلِهِ - {دَاخِرِينَ} [غافر: 60]
"Doa adalah ibadah." Kemudian Beliau membaca ayat, "Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu…dst. sampai, "keadaan hina dina." (HR. Tirmidzi, ia berkata, "Hadits ini hasan shahih.")
لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمُ عَلَى اللهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ
"Tidak ada sesuatu yang paling mulia bagi Allah Ta'ala daripada doa." (HR. Ahmad, Bukhari dalam Al Adabul Mufrad, Tirmidzi dan Hakim, dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami' no. 5392)
إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْه
"Sesungguhnya barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya." (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami'no. 2418)
إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِيٌّ كَرِيمٌ، يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ، أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا
"Sesungguhnya Tuhanmu Tabaaraka wa Ta'ala Pemalu dan Mahamulia, Dia malu jika hamba-Nya mengangkat kedua tangannya kepada-Nya, namun dikembalikan dalam keadaan hampa." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dan dishahikan oleh Syaikh Al Albani. Al Hafizh Ibnu Hajar berkata, "Sanadnya jayyid.")
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا قَالُوا إِذًا نُكْثِرُ قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ
“Tidak ada seorang muslim yang berdoa suatu doa yang di dalamnya tidak ada dosa dan memutuskan tali silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan karena doa itu salah satu dari tiga keadaan; bisa saja doanya disegerakan, bisa juga Allah simpan untuknya di akhirat dan bisa juga Allah hindarkan dia dari keburukan semisalnya.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana jika kami memperbanyak doa.” Beliau menjawab, “Allah lebih memperbanyak lagi.” (HR. Ahmad, Al Bazzar dan Abu Ya’la dengan sanad-sanad yang jayyid, dan diriwayatkan pula oleh Hakim, ia berkata, “Shahih isnadnya.” Hadits ini dinyatakan “Hasan shahih” oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 1633)
Adab Berdoa
1. Ikhlas karena Allah Ta'ala (lihat surat Al Mu'min: 65)
2. Memulai dengan memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan menutup dengannya.
Fudhalah bin 'Ubaid radhiyallahu 'anhu berkata:
سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ لَمْ يُمَجِّدِ اللَّهَ تَعَالَى، وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «عَجِلَ هَذَا» ، ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ: - أَوْ لِغَيْرِهِ - «إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ، فَلْيَبْدَأْ بِتَمْجِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ، وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ، ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ»
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang berdoa dalam shalatnya, namun tidak mengagungkan Allah Ta'ala dan tidak bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Rasululullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Orang ini terburu-buru." Kemudian Beliau memanggilnya dan bersabda kepadanya atau kepada yang lain, "Apabila salah seorang di antara kamu shalat, maka hendaklah ia memulai dengan mengagungkan Tuhannya 'Azza wa Jalla dan memuji-Nya, kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu berdoa dengan apa yang dia inginkan." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)
3. Serius dalam berdoa dan yakin akan dikabulkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي إِنْ شِئْتَ، لِيَعْزِمِ المَسْأَلَةَ، فَإِنَّهُ لاَ مُكْرِهَ لَه
"Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kamu berkata, "Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki. Ya Allah, sayangilah aku jika Engkau menghendaki. Hendaklah ia serius meminta, karena tidak ada yang memaksa-Nya." (HR. Bukhari dan Muslim)
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ
"Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari (orang) yang hatinya lalai lagi lengah." (HR. Tirmidzi dan Hakim, dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami' no. 245)
4. Mendesak dalam berdoa dan tidak terburu-buru. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي
"Akan dikabulkan doa salah seorang di antara kamu selama ia tidak terburu-buru, yaitu ia mengatakan, "Aku berdoa, tetapi belum dikabulkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ» قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: يَقُولُ: «قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ، فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاء
"Akan senantiasa dikabulkan doa seorang hamba selama ia tidak berdoa yang isinya dosa dan memutuskan tali silaturrahim, dan selama ia tidak terburu-buru." Ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, apa itu terburu-buru?" Beliau menjawab, "Ia mengatakan, 'saya sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan, akhirnya ia malas dan meninggalkan doa." (HR. Muslim)
5. Hadirnya hati ketika berdoa, lihat haditsnya di no. 3.
6. Tetap terus berdoa, baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ
"Barang siapa yang suka Allah mengabulkan doanya ketika susah dan menderita, maka hendaknya ia memperbanyak doa ketika lapang." (HR. Tirmidzi dan Hakim, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami' no. 6290)
7. Tidak meminta selain kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala saja. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
"Apabila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah, dan apabila kamu meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah." (HR. Tirmidzi, ia berkata: "Hadits hasan shahih," dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)
8. Tidak mendoakan keburukan kepada keluarga, harta, anak dan diri sendiri. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لَا تُوَافِقُوا مِنَ اللهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ، فَيَسْتَجِيبُ لَكُم
"Janganlah kalian mendoakan keburukan kepada diri kalian, juga jangan kepada anak kalian dan harta kalian, agar kalian tidak bertepatan dengan waktu yang jika diminta, maka Dia akan mengabulkannya." (HR. Muslim)
9. Merendahkan suara antara pelan sekali dan keras, lihat surah Al A'raaf: 55 dan 205.
10. Tidak memberatkan diri dengan bersajak (berpuisi) dalam berdoa. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata:
حَدِّثِ النَّاسَ كُلَّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ أَبَيْتَ فَمَرَّتَيْنِ، فَإِنْ أَكْثَرْتَ فَثَلاَثَ مِرَارٍ، وَلاَ تُمِلَّ النَّاسَ هَذَا القُرْآنَ، وَلاَ أُلْفِيَنَّكَ تَأْتِي القَوْمَ وَهُمْ فِي حَدِيثٍ مِنْ حَدِيثِهِمْ، فَتَقُصُّ عَلَيْهِمْ، فَتَقْطَعُ عَلَيْهِمْ حَدِيثَهُمْ فَتُمِلُّهُمْ، وَلَكِنْ أَنْصِتْ، فَإِذَا أَمَرُوكَ فَحَدِّثْهُمْ وَهُمْ يَشْتَهُونَهُ، فَانْظُرِ السَّجْعَ مِنَ الدُّعَاءِ فَاجْتَنِبْهُ» ، فَإِنِّي عَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابَهُ لَا يَفْعَلُونَ إِلَّا ذَلِكَ يَعْنِي لاَ يَفْعَلُونَ إِلَّا ذَلِكَ الِاجْتِنَاب
"Sampaikanlah (nasihat) kepada manusia sejum'at (sepekan) sekali. Jika engkau tidak suka, maka dua kali, dan jika engkau ingin menambah, maka cukup tiga kali. Jangan membuat manusia bosan terhadap Al Qur'an ini. Dan aku tidak ingin sama sekali engkau mendatangi orang yang baru sadar, lalu engkau sampaikan kisah kepada mereka sehingga kamu putuskan pembicaraan (aktifitas) mereka, akhrnya kamu membuat mereka bosan. Akan tetapi berhentilah. Jika mereka menyuruh(meminta)mu, maka sampaikanlah (nasihat) sedang mereka dalam keadaan suka. Perhatikanlah masalah berdoa dengan sajak (puisi), jauhilah ia. Karena yang aku tahu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya tidak melakukan selain itu, yakni meninggalkannya." (Diriwayatkan oleh Bukhari)
11. Merendahkan diri, khusyu', berharap dan cemas dalam berdoa, lihat surah Al An'aam: 43 dan Al A'raaf: 55-56.
12. Mengembalikan barang yang diambil secara zalim kepada pemiliknya disertai dengan meminta maaf dan bertobat kepada Allah Subhaanahu wa Ta;ala. Jika ia merasa malu mengembalikan, maka ia bisa melalui kawannya agar menyerahkan barang itu kepada yang punya sambil meminta maafnya dan meminta agar tidak disebutkan namanya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً وَقاَلَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ .
“Sesungguhnya Allah Ta’ala baik, tidak menerima kecuali yang baik. Allah memerintahkan orang-orang yang beriman sebagaimana Dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firman-Nya, “Wahai para rasul! Makanlah yang baik-baik dan beramal salehlah.” Dan Dia berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rezekikan kepada kamu.” Kemudian beliau menyebutkan tentang seseorang yang melakukan perjalan jauh dalam keadaan rambutnya kusut lagi berdebu. Orang itu mengangkat kedua tangannya ke langit sambil berkata, “Ya Rabbi, ya Rabbi,” padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka bagaimana doanya akan dikabulkan?” (HR. Muslim)
13. Makanan, minuman, dan pakaiannya dari yang halal, lihat hadits di atas.
14. Tidak berdoa yang isinya dosa dan memutuskan tali silaturrahim (telah disebutkan haditsnya).
15. Mengulangi doa sebanyak tiga kali.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَا اسْتَجَارَ عَبْدٌ مِنَ النَّارِ ثَلَاثَ مِرَارٍ إِلَّا قَالَتِ النَّارُ: اللهُمَّ أَجِرْهُ مِنِّي، وَلَا يَسْأَلُ الْجَنَّةَ إِلَّا قَالَتِ الْجَنَّةُ: اللهُمَّ أَدْخِلْهُ إِيَّايَ
"Tidaklah seorang hamba meminta perlindungan dari neraka sebanyak tiga kali, kecuali neraka akan berkata, "Ya Allah, lindungilah dia dariku." Dan tidaklah ia meminta surga kecuali, surga akan berkata, "Ya Allah, masukkanlah ia kepadaku." (HR. Ahmad, Syaikh Syu'aib Al Arnauth berkata, "Hadits shahih, dan isnad ini hasan karena ada Yunus bin Abu Ishaq, namun ia dimutaba'ahkan.")
16.Menghadap kiblat, sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menghadap ke kiblat dalam doa istisqa' (meminta hujan) dan beberapa keadaan lainnya.
17. Mengangkat kedua tangan, lihat hadits no. 13.
18. Berwudhu' sebelum berdoa jika memungkinkan.
19. Tidak berlebihan dalam berdoa.
Abdullah bin Mughaffal pernah mendengar anaknya berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu istana putih di sebelah kanan surga apabila aku memasukinya," maka Abdullah bin Mughaffal berkata, "Wahai anakku, mintalah surga kepada Allah dan berlindunglah kepada-Nya dari neraka. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّهُ سَيَكُونُ فِي هَذِهِ الْأُمَّةِ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الطَّهُورِ وَالدُّعَاء
"Sesunggunya akan ada di umat ini orang-orang yang berlebihan dalam bersuci dan dalam berdoa." (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).
20. Memulai dalam berdoa untuk dirinya sendiri, jika ia hendak mendoakan orang lain.
Syaikh Sa'id Al Qahthani berkata, "Telah sah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa Beliau berdoa dengan memulai dari dirinya. Demikian juga telah sah, bahwa Beliau pernah tidak memulai dari dirinya, seperti doa Beliau untuk Anas, Ibnu 'Abbas, ibu Isma'il dan lain-lain, lihat rincian tentang masalah ini dalam Syarah Nawawi terhadap Shahih Muslim 15/144, Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At Tirmidzi 9/338, dan Shahih Bukhari dengan Al Fath-nya 1/218." (Ad Du'aa minal Kitab was Sunnah hal. 10)
21. Bertawassul dengan nama-nama Allah yang indah (lihat Al Israa': 110), sifat-sifat-Nya yang tinggi, atau dengan amal saleh yang dilakukan oleh orang yang berdoa, atau melalui doa seorang yang saleh yang masih hidup dan hadir di hadapannya (sebagaiman Umar bin Khaththab meminta Abbas bin Abdul Muththalib untuk berdoa kepada Allah meminta hujan turun).
22. Melakukan amr ma'ruf dan nahi mungkar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ المُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ
"Demi Allah yang jiwaku di Tangan-Nya, kamu harus melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar, atau Allah segera mengirimkan hukuman dari-Nya, sehingga ketika kalian berdoa, maka doa kalian tidak dikabulkan." (HR. Ahmad dan Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami' no. 7070)
23. Menjauhi maksiat.
Wallahu a’lam, wa shallallahu 'ala Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Marwan bin Musa
Maraji’: Adz Dzikru wad Du'aa (Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr), Ad Du'aa minal Kitaab was Sunnah (Dr. Sa'id bin Ali Al Qahthaniy), Al Mausuu'ah Al Hadiitsiyyah Al Mushaghgharah (Markaz Nurul Islam li Abhaatsil Qur'ani waas Sunnah), Al Maktabatusy Syaamilah versi 3.39 dll.
Terdapat dua jenis doa tergantung dari tujuan di balik doa tersebut.
1. Doa dengan pengharapan akan hal duniawi
Beberapa doa dengan pengharapan akan pencapaian duniawi akan mencakup doa-doa tentang:
- Kebutuhan – kebutuhan materi fisik seperti pekerjaan, pasangan hidup, anak, dll.
- Kebutuhan materi non-fisik seperti pulih dari penyakit, kebahagiaan, dll.
Doa-doa yang dilakukan dengan pengharapan akan beberapa manfaat duniawi umumnya dipanjatkan oleh orang-orang pada tahap awal dari perjalanan spiritual mereka. Bahkan bagi mereka yang doa-doa nya tentang manfaat duniawi dikabulkan secara rutin, pada umumnya masih dalam tahap awal di perjalanan spiritual nya. Alasannya adalah karena orang-orang di tahap pertumbuhan spiritual selanjutnya memanjatkan doa-doa hanya untuk pertumbuhan spiritual mereka seperti yang akan dijelaskan di bagian selanjutnya.
Ketika kita berdoa untuk manfaat duniawi bagi diri kita sendiri ataupun orang lain, doa tersebut mungkin akan terkabulkan, tetapi pada akhirnya kita menggunakan energi spiritual kita yang diperoleh melalui praktik spiritual. Di mana, energi spiritual tersebut bisa berasal baik dari kelahiran sekarang ini maupun dari kelahiran sebelumnya.
Orang-orang yang terus berdoa seumur hidup mereka dengan pengharapan akan pencapaian duniawi menggunakan doa sebagai sebuah alat untuk mendapatkan sesuatu yang kecil dari Tuhan YME, daripada berusaha untuk meningkatkan praktik spiritual mereka untuk memperoleh rahmat karunia Tuhan YME terus-menerus yang mencakup semuanya. Kerugian penting dari jenis doa ini adalah, seseorang cenderung tetap terjebak dalam hasrat-hasrat dan keinginan duniawi dan bukannya melampaui hal tersebut untuk penyerahan diri (pasrah) kepada kehendak Tuhan YME serta mampu bersandar pada Nya untuk menyediakan sesuai dengan kebutuhan kita (dan bukan sesuai dengan keinginan kita).
2. Doa tanpa pengharapan akan hal-hal duniawi (murni untuk pertumbuhan spiritual)
Jenis doa ini dipanjatkan oleh para pencari Tuhan YME yang serius tentang perjalanan spiritual mereka. Dalam doa-doa tersebut juga terdapat suatu permohonan kepada Tuhan YME, tetapi bukan tentang pengharapan akan hal-hal duniwai. Pengharapan (ekespektasi) nya lebih tentang mampu melakukan praktik spiritual yang lebih baik untuk meraih kemajuan spiritual. Para pencari mungkin juga berdoa untuk meniadakan rintangan-rintangan dalam praktik spiritual mereka, penurunan dalam ego mereka, dll.
Para pencari Tuhan YME yang berdoa tanpa pengharapan-pengharapan akan hal-hal duniawi memiliki manfaat ganda dari diberkati dengan kemajuan spiritual serta kebutuhan materi mereka diperhatikan sesuai dengan kebutuhan mereka. Di sini, sebagaimana orang yang berdoa tersebut berserah diri (pasrah) jauh lebih banyak daripada orang yang berdoa dengan pengharapan akan hal-hal duniawi, maka ia juga mampu mengakses jauh lebih banyak rahmat karunia Tuhan YME. Penyerahan diri tersebut juga berkontribusi terhadap penyatuan/ disolsi dari pikiran, akal budi (intelek) dan ego. Kedua faktor ini menghasilkan kemajuan spiritual yang pesat.
3. Perbandingan antara dua jenis doa tersebut
Doa dengan pengharapan akan pencapaian duniawi
|
Doa tanpa pengharapan akan
hal-hal duniwai (murni untuk pertumbuhan spiritual) |
|---|---|
|
|
|
Selasa, 02 September 2014
Resep Kue Nastar
Spesial Empuk Lembut Enak namun renyah.Proses cara membuat Cake berisi
nanas ini tak sulit, berbeda dengan jenis keranjang,tentu saja semua
suka dengan nastar, cara bikin kue ini susah kali ya?. Nah itu cuma
dalam pikiran anda saja ternyata gampang loh bikin cake yang hasilnya
seperti diatas, mau tahu caranya?.
Kue Nastar adalah kue kecil yang diisi selai nanas, tentunya merupakan salah satu pilihan terbaik untuk melayani tamu jika ada yang bertandang ke rumah. Kue Ini terlihat cantik dan polos, cookie ini terdiri dari banyak kalori (apalagi Keju diperbanyak), terutama jika Anda menggunakan krim mentega di Resep Kue Nastar yang Spesial ini, yang membuat kue ini lebih lezat.Cake Nastar cukup bisa bertahan lama, selama Anda menyimpannya di tempat yang dingin dan di udara wadah yang ketat, Anda dapat menjaga kue nastar selama berbulan-bulan jika Anda suka, tetapi kasus disemua rumah, cookie / kue ini sangat cepat hilang / habis didalam perut karena sangat lezat.
Sangat mudah tuk praktek Resep Kue Nastar ini, untuk membuat adonan dan diisi dengan selai nanas, diperkirakan Anda hanya perlu satu jam. Dan waktu panggang adalah sekitar 1/2 jam, sehingga Anda akan mendapatkan kue ini dalam keadaan matang kira-kita dalam 1 1/2 jam. ini dia saya buka Resep rahasianya Cara membuat Kue Nastar Spesial supaya renyah, empuk, lembut dan enak, pokoknya spesial manis deh rasanya.
Bahan utama kue nastar :
Bahan selai nanas Resep Kue Nastar kami :
1 buah nanas segar
300 gram gula pasir
Tata Cara buat Adonan Kue Nastar
- Bunda siapkan loyang lalu oles margarin
- Sekarang kocok empat buah kuning telur, Kemudian campurkanlah gula halus dan juga mentega hingga mengembang
- Selanjutnya masukkanlah juga parutan keju ke dalam adonan
- Kemudian masukkan terigu dan vanili
- Terakhir aduk aduk sampai adonan bisa dibulatkan oleh tangan
Cara buat selai nanas :
- Ibu / sis kupas buah Nanas segar lalu parut
- Selanjutnya bunda masukkan gula pasir dan masaklah sampai matang dan kental betul
- Nah Sekarang bunda dinginkan dulu adonan sampai dapat dibuat bulat (kecil)
tata Cara membuat Kue Nastar
Kue Nastar adalah kue kecil yang diisi selai nanas, tentunya merupakan salah satu pilihan terbaik untuk melayani tamu jika ada yang bertandang ke rumah. Kue Ini terlihat cantik dan polos, cookie ini terdiri dari banyak kalori (apalagi Keju diperbanyak), terutama jika Anda menggunakan krim mentega di Resep Kue Nastar yang Spesial ini, yang membuat kue ini lebih lezat.Cake Nastar cukup bisa bertahan lama, selama Anda menyimpannya di tempat yang dingin dan di udara wadah yang ketat, Anda dapat menjaga kue nastar selama berbulan-bulan jika Anda suka, tetapi kasus disemua rumah, cookie / kue ini sangat cepat hilang / habis didalam perut karena sangat lezat.
Sangat mudah tuk praktek Resep Kue Nastar ini, untuk membuat adonan dan diisi dengan selai nanas, diperkirakan Anda hanya perlu satu jam. Dan waktu panggang adalah sekitar 1/2 jam, sehingga Anda akan mendapatkan kue ini dalam keadaan matang kira-kita dalam 1 1/2 jam. ini dia saya buka Resep rahasianya Cara membuat Kue Nastar Spesial supaya renyah, empuk, lembut dan enak, pokoknya spesial manis deh rasanya.
Bahan utama kue nastar :
- 4 buah kuning telur
- 1/2 kg tepung terigu
- 1/2 kg mentega butter atau margarin
- 100 gram gula halus
- 1 bungkus vanili
- 100 gram keju Gouda atau chedar
- 2 buah kuning telur untuk olesan
- secukupnya kayu manis
- 50 gram kismis
Bahan selai nanas Resep Kue Nastar kami :
1 buah nanas segar
300 gram gula pasir
Tata Cara buat Adonan Kue Nastar
- Bunda siapkan loyang lalu oles margarin
- Sekarang kocok empat buah kuning telur, Kemudian campurkanlah gula halus dan juga mentega hingga mengembang
- Selanjutnya masukkanlah juga parutan keju ke dalam adonan
- Kemudian masukkan terigu dan vanili
- Terakhir aduk aduk sampai adonan bisa dibulatkan oleh tangan
Cara buat selai nanas :
- Ibu / sis kupas buah Nanas segar lalu parut
- Selanjutnya bunda masukkan gula pasir dan masaklah sampai matang dan kental betul
- Nah Sekarang bunda dinginkan dulu adonan sampai dapat dibuat bulat (kecil)
tata Cara membuat Kue Nastar
- - Yang pertama Sekali dilakukan adalah bulatkan adonan Kue ukuran bola pingpong
- - Kemudian masukkan bulatan selai nanas ke dalamnya lalu tutup rapat
- - Lalu potong-potong kismis menjadi 4 bagian kecil, letakkan sepotong kismis di atas kue
- - Selanjutnya olesi permukaan kue nastar dengan kuning telur
- - Yang terakhir susun kue nastar di atas loyang kemudian masukan ke Oven, panggang sampai matang.selesai
Begitulah Resep Kue Nastar keju lebaran ini, cukup
simpelkan ?, Tapi anda / bunda / sis harus bersabar saat membuat selai
nanas dulu, kalau gak mau ribet beli yang sudah jadi saja, sehingga
waktu bisa dipersingkat, mudah-mudahan usaha anda berhasil dan
mendapatkan kue yang renyah, enak, empuk dan gurih karena ada keju dan
telornya, ada kue lain nih Kue putri salju disini. ok sip deh sekian dulu Resep Kue Nastar Spesial.
Langganan:
Postingan (Atom)
